Padepokan Bercerita

The Raid 2

Posted by in Resensi Film

Setelah menonton film The Raid yang pertama, kesan yang masih membekas sampai sekarang adalah kaget. Kaget melihat ada film laga Indonesia yang punya adegan berkelahi sebagus ini. Koreografi dan efeknya jempol. Kaget menemukan ada film laga sesadis ini, film Indonesia pula. Kaget karena film ini bertaburan bintang tak terkenal tapi bisa sukses di pasar Amerika Serikat sana. Kaget melihat Mad Dog, seorang tokoh jahat yang diperankan Yayan Ruhian, badannya begitu pendek tapi gerakannya bikin aku melongo. Dan masih banyak kekagetan lain. Sekarang, sequelnya telah diputar perdana di Amrik sana, pada…read more

Tahun 2013 dan Hal yang kupelajari dari Menulis Novel

Posted by in Random, Tips Menulis Cerpen dan Novel

Ini mungkin postingan terakhirku di tahun 2013 yang akan segera berlalu.   Sejak tahun 2009, setiap awal tahun, aku selalu punya satu resolusi yang sama, yaitu: menerbitkan novel suspense yang aku tulis sendiri. Sayangnya, setiap pergantian tahun, aku harus menerima kenyataan cita-cita itu belum bisa aku wujudkan.   Berulang kali aku ingin menyerah pada alasan bahwa Novel Suspense/Thriller punya pangsa pasarnya sangat kecil dan penerbit tidak tertarik untuk menerbitkan novel bergenre semacam itu. Berulang-kali pula aku digoda untuk menerbitkan novel itu secara indie atau self-publishing. Beruntung aku tidak langsung mengambil…read more

Why Good Writer Acts Backward?

Posted by in english, Random

By: R.Mailindra “Everything in boxing is backwards.” Someone say it in Million Dollar Baby film—a sport drama film based on F.X Toole’s book. On the screen, following that quote, there is scene showing unnatural act a boxer must do. If a boxer wants to move left he doesn’t step left but push his right toe. When he must move to right he uses left toe; and more absurd thing happened when he feels pain. Instead of running from the pain like a sane man do, he steps into it. Crazy!…read more

Teknik Menulis Novel ala Stephen King

Posted by in Tips Menulis Cerpen dan Novel

          Oleh: Ronny Mailindra (twitter: @mailindra) Menulis cerpen dan novel tak berbeda dari memasak daging, melukis, atau pun bermain musik. Ia bisa sangat mudah, bisa pula sangat rumit. Semua tergantung keinginan orang yang meramunya. Daging misalnya, bisa dimasak sangat sederhana dengan cara membakar atau menggorengnya. Namun ia bisa juga menjadi sangat rumit. Demikian pula dengan cerpen dan novel. Kau bisa membuat ceritanya sederhana ataupun rumit. Seperti halnya mengolah daging, ada teknik-teknik dasar yang wajib dikuasai untuk mendapatkan masakan yang lezat. Kau pasti tahu bahwa teknik menulis bertebaran…read more

Cerpen Fantasi: Salju Terakhir

Posted by in Cerpen

Salju Terakhir adalah cerpen fantasi yang terpilih untuk tampil di buku kumpulan fiksi fantasi 2012. Khusus pengunjung blog ini, kupersembahkan cerpen ini untuk bisa dinikmati di sini. Jika punya komentar ataupun saran silakan tulis di kolom komentar. Jika tertarik untuk membeli buku ini, kalian bisa mendapatkannya di nulisbuku.com. Selamat membaca. Salju Terakhir Oleh: R.Mailindra Lengah pangkal celaka. Nasehat itu tak mungkin kuabaikan. Mendengar namanya saja segera membuat kantukku menguap, dan begitu kulihat tampangnya, kuyakin akan celaka berlipat jika sampai lengah. “Kau mampu menghianati Tuanmu, apa jaminanmu tak membokongku?” Lelaki lusuh…read more

Tips Membangun Dunia Cerita yang Meyakinkan

Posted by in Tips Menulis Cerpen dan Novel

Ketika membaca sebuah novel, pembaca ingin bisa masuk ke dalam dunia rekaan penulis dan menikmati petualangan di sana. Persis seperti saat mereka menonton film. Ini adalah salah satu tujuan yang ingin dicapai penulis. Selain tokoh dan jalan cerita yang meyakinkan, hal lain yang bisa menghipnotis pembaca adalah dunia atau seting cerita yang meyakinkan. Dan seting cerita hanya akan meyakinkan jika pembaca mengenalinya. Itu bukan berarti bahwa cerita yang berseting kota Paris tahun 1980 misalnya, harus pernah didatangi pembaca agar bisa yakin. Tidak. Keyakinan pembaca bisa timbul  jika ia mengenali hal-hal yang digambarkan dalam cerita….read more

Macet Menulis Cerpen? Lancarkan dengan Resep Ini

Posted by in Tips Menulis Cerpen dan Novel

Writer’s Block atau kebuntuan adalah  salah satu penyakit yang ditakuti penulis karena bisa menurunkan bahkan mematikan minat menulis, seperti kanker mematikan keinginan hidup manusia sebelum membunuh sang penderita. Gejalanya begini: kau duduk, buka komputer atau selembar kertas kosong, menunggu, update status, menunggu, minum kopi, dan setelah setengah jam kertasmu masih kosong melompong. Kalau kau pernah merasakan hal tersebut maka kau tidak sendirian. Hampir semua penulis pernah terserang penyakit ini, namun penulis pemulalah yang sering KO dan berhenti menulis akibat writer’s block. Kalau kau cari di internet, ada banyak saran untuk…read more

Trik agar Rutin Ngeblog

Posted by in Random, Tips Menulis Blog

Tebakanku, kau membuka tulisan ini karena tertarik untuk bisa rutin mengisi blogmu. Mungkin kau frustasi karena blogmu lebih sering kosong dan kau sedang mencari resep ampuh agar bisa bisa lebih sering menulis. Betul? Selamat, kau mampir di tempat yang tepat. Aku memang ingin berbagi pengalaman untuk bisa rutin mengisi blog. Untuk menghemat waktumu, langsung saja kuberitahu rahasianya. Jangan kaget, sebenarnya kau sudah tahu rahasia itu hanya saja mungkin terlewat sangking jelasnya. Kau bahkan sudah mempraktekkan rahasia itu sejak kecil. Benar. Aku serius. Untuk kembali mengingatkanmu kuberi petunjuk.

Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya

Posted by in Random

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu biasa dipakai untuk menunjukkan bahwa kelakukan anak tak jauh berbeda dari orangtuanya. Jika bapaknya maling misalnya, maka ketika anaknya tertangkap karena maling, orang tak heran . Namun tahukah kau bahwa anak adalah mesin fotokopi hidup?

Seri Cara Membuat Cerita Menarik : Humor

Posted by in Tips Menulis Cerpen dan Novel

Kecuali cerita humor atau penulisnya memang tukang banyol, kebanyakan cerita, ketika pertama muncul, berwarma suram. Itu mungkin karena cerita yang mendesak keluar dari kepala penulis kebanyakan berasal dari pengalaman tidak menyenangkan. Ya, menulis memang bisa menjadi semacam terapi. Lihat saja cerita yang ditulis di banyak situs menulis atau blog. Kebanyakan berwarna gelap dan suram. Patah hati, kematian,dan beragam kesedihan tak bosan-bosannya diangkat. Pengemis, pelacur, dan orang-orang teraniaya menjadi tokoh yang paling sering muncul. Memang tak ada yang salah dengan hal itu. Namun, seperti halnya foto dan lukisan, warna yang monoton…read more