Seri Cara Membuat Cerita Menarik : Humor

Posted by in Tips Menulis Cerpen dan Novel

Pengumuman Lucu

Apa yang terjadi jika tokohmu melihat ini? *)

Kecuali cerita humor atau penulisnya memang tukang banyol, kebanyakan cerita, ketika pertama muncul, berwarma suram. Itu mungkin karena cerita yang mendesak keluar dari kepala penulis kebanyakan berasal dari pengalaman tidak menyenangkan. Ya, menulis memang bisa menjadi semacam terapi. Lihat saja cerita yang ditulis di banyak situs menulis atau blog. Kebanyakan berwarna gelap dan suram. Patah hati, kematian,dan beragam kesedihan tak bosan-bosannya diangkat. Pengemis, pelacur, dan orang-orang teraniaya menjadi tokoh yang paling sering muncul. Memang tak ada yang salah dengan hal itu. Namun, seperti halnya foto dan lukisan, warna yang monoton tentu membosankan. Dan cerita yang membosankan adalah cara pasti untuk membuat sebuah karya fiksi segera ditinggalkan.

Selain suspense, yang pernah dibahas di sini dan sini, humor adalah alat yang ampuh untuk membuat cerita menarik, apa pun tema dan genrenya. Mungkin kau bertanya, bagaimana memasukkan humor jika tokoh utama tidak homoris dan tema cerita pun serius?

Berikut ini beberapa trik untuk membuat pembaca tersenyum.

1. Antagonis dan tokoh sampingan yang lucu

Seperti halnya kesedihan atau kemarahan, cara terbaik untuk membuat pembaca terbawa suasana–dalam hal ini tersenyum–adalah dengan menampilkannya dalam bentuk adegan. Kalau tingkah laku protagonis tidak ada yang bisa membuat tersenyum, coba selipkan humor lewat tingkah tokoh antagonis atau tokoh sampingan. Joker misalnya, berhasil membuat film Batman yang gelap menjadi berwarna karena tingkah konyolnya.

Tokoh sampingan atau kalau mungkin tokoh yang sekali muncul, lebih mudah untuk dibuat konyol. Kau bisa membuat tokoh segila apa pun tanpa mengubah jalan cerita. Perhatikan orang gila yang kebetulan kau lihat lalu masukkan ia ke dalam ceritamu sebagai tokoh sampingan atau mungkin orang yang kebetulan tokoh utamamu amati.

Memang, membuat karakter humoris apalagi konyol bukanlah pekerjaan gampang. Bagaimana kalau kau tidak sanggup membuat karakter seperti itu? Jangan panik, masih ada trik lain.

2. Seting atau latar cerita yang lucu

Unsur humor bisa juga disuntikkan melalui  setting cerita. Yang paling gampang adalah dengan membuat karaktermu mengamati keadaan sekelilingnya. Keadaan tersebut dirancang untuk mengejek atau menertawakan sang tokoh. Biar lebih jelas kita buat contoh.
Misalnya tokoh cerita kita baru saja diputusi pacarnya yang bernama Jamila. Jamila bilang ia sudah dilamar seorang jendral polisi. Tentu saja tokoh kita yang malang ini patah hati. Dunia dan segala impiannya serasa runtuh. Teganya kau Jamila padahal mereka sudah pacaran lima tahun. Sayangnya, tokoh kita orang yang agak  serius jadi tak mungkin bertingkah konyol meskipun sedang patah hati. Bagaimana memasukkan humor di adegan yang sedih mengharu biru seperti itu?  Coba cara berikut:

Ketika sedang berjalan menyusuri jalan sambil membawa luka yang menganga di hati, sebuah truk menggerung lalu terbatuk-batuk melewati tokoh kita. Sang tokoh melirik lalu menelan ludah membaca tulisan pada bak belakang truk tersebut. Ditulis dengan cat berwarna merah dan oranye, bak belakang tersebut bertuliskan: JAMILA, KUTUNGGU JANDAMU

Atau mungkin sang tokoh  melihat tulisan ini:

Putus Cinta Soal Biasa, Humor yang mengejek kesialan karakter.

Putus Cinta Soal Biasa, Bung.

Gambar pinjam dari sini

Atau mungkin kita buat ia mendengar sebuah lagu di radio tentang Jamila yang cantik jelita namun disambar bandot tua? Intinya, ciptakan keadaan yang menertawai kesialan sang tokoh. (TWEET THIS)

Yah, jadi penulis memang harus raja tega. Ini memang teknik humor paling primitif yaitu menertawakan kesialan orang lain. Namun, teknik inilah yang paling gampang. Lagi pula bukan salah supir truk jika sang tokoh membaca ‘status’ atawa ‘tweet’ mereka pada bak truk, bukan?

Kalau belum terasa lucu, gambarkan juga reaksi sang tokoh. Biasanya, apa pun reaksinya akan mengundang senyum. Bahkan garuk-garuk kepala pun bisa membuat pembaca tersenyum.

Selamat mencoba. Oh ya, kalau kau punya tips dan trik untuk membuat cerita jadi lucu, kau bisa bagi di sini. Silakan tulis pada kolom komentar.

Salam menulis,

 

R. Mailindra

* }  Sumber gambar : http://www.vemale.com (Foto by _FredFerry/twitter.com)

P.S :

 

PPFX7KW7P6E5