Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya

Posted by in Random

Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya

Gambar dipinjam dari sini

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu biasa dipakai untuk menunjukkan bahwa kelakukan anak tak jauh berbeda dari orangtuanya. Jika bapaknya maling misalnya, maka ketika anaknya tertangkap karena maling, orang tak heran . Namun tahukah kau bahwa anak adalah mesin fotokopi hidup?

Membaca artikel gaya hidup yang berjudul ‘Indonesia yang Makin Tambun’ di kompas minggu tanggal 13 September 2013 kemarin, membuatku semakin waspada agar tidak memberikan bahan fotokopi yang tidak aku inginkan. Di artikel kompas itu ada cerita tentang keluarga ‘Big Size’. Ayah dan ibu keluarga itu punya berat di atas 100 kg, dan ketiga putri mereka yang masih SD mulai melakukan duplikat. Anak-anak itu mungkin tidak menginginkannya karena  mereka mulai menunjukkan ketidaknyamanan akan tubuh mereka. Itu bisa dibaca dari reaksi mereka saat ditanyakan berat badan.

“Jangan nanyain berat badan!” kata mereka sewot.

Mereka pun mengaku, sering diledek di sekolah karena ukuran tubuh mereka. Mungkin karena sadar bahwa gemuk itu menyusahkan, orangtua mereka berusaha membiasakan ketiganya rajin berolahraga. Sayangnya, orangtua anak-anak itu juga membiasakan memberi buah hati mereka MAKANAN PORSI BESAR. Kemungkinan karena orangtua ketiga gadis cilik itu juga biasa makan porsi besar.

Sepertinya, kebanyakan orangtua memang sadar akan kebiasan buruk yang tidak ingin mereka tularkan. Terbukti pada cerita keluarga di atas, namun para orangtua tidak bisa memberi contoh.

Kubayangkan kedua orangtua ‘Big Size’ itu berkata kepada putrinya sambil berbaring di sofa setelah makan besar, “Sayang, dengar kata Bapak. Olahraga yang teratur! O, ya, tolong ambilkan puding di kulkas ya!”

Kesadaran untuk menjadikan buahnya unggul, tampak juga pada para perokok. Hampir semuanya melarang anaknya merokok, meski di rumah mereka memberi contoh betapa nikmatnya merokok. Lalu ada lagi orangtua yang ingin anaknya rajin membaca dengan menunjukkan bahwa duduk bersantai sambil chatting atau bermain game adalah hal yang mengasikkan.

Sayang sekali bapak-bapak, ibu-ibu. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Jadi, nasehat yang bisa kuambil setelah mengamati fenomena itu adalah: Bicara dan memberi nasehat saja tidaklah cukup (Ya sangat jelas ini, sayang sering dilupakan).  Yang lebih penting adalah contoh. Kalau ingin anak rajin berolahraga, ya  contohkan. Kalau ingin anak tidak merokok, ya jangan merokok.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, sodara-sodari. Waspadalah.

Salam,

 

Ronny Mailindra