Rahasia Novel Bestseller

Posted by in Random, Seputar Menulis

Oleh: R. Mailindra (Twitter: @mailindra)

book bestseller

Apa rahasia sebuah novel sehingga bisa menjadi bestseller? Apakah kualitas sastra tulisannya? Rasanya tidak. Sayang sekali, fakta menunjukkan novel bagus belum tentu laris. Demikian pula sebaliknya, novel laris juga belum tentu punya kualitas tulisan yang bagus.

Ada yang bilang bahwa menerbitkan buku itu adalah sebuah perjudian. Aku setuju dengan pendapat itu. Karena itu aku sangat mendukung saran yang mengatakan tulislah cerita yang kau sukai. Entah itu novelmu menjadi bestseller atau tidak, kepuasan sudah kau miliki. Namun siapa sih yang tidak ingin novelnya laris?

Mengamati novel-novel yang jadi best seller, aku jadi berpikir,  adakah benang merah novel-novel tersebut? Jika kau cari lewat internet, banyak yang sudah membahasnya. Ada yang berpendapat itu karena teknik menulis yang bagus, namun ada pula yang berpendapat itu karena peran teknik pemasaran yang canggih.

Salah satu blog yang aku baca mengatakan bahwa NOVEL ADALAH PRODUK EMOSI. Ia adalah buah kerja otak kanan.
Hal itu membuat aku tercengang. Kok bisa aku melewatkan hal sejelas itu?

Semua orang tahu, orang membaca novel untuk menikmati pengalaman tokoh-tokoh dalam cerita. Semua juga tahu membaca novel bisa membangkitkan emosi. Dan nenek-nenek juga tahu bahwa novel adalah karya kreatif yang merupakan buah kerja otak kanan. Namun yang buat aku tercengang, mengapa banyak orang mencoba menjual produk emosi, buah kerja otak kanan dengan pendekatan otak kiri?

Lihatlah di facebook, twitter, ataupun berbagai blog. Para penulis dan penerbit menjejalkan iklan tentang buku mereka, tentang betapa bagus dan hebatnya buku mereka dan segala janji hal yang akan didapat jika membaca buku tersebut. **ehm, ya..ya.. ngaku deh, aku juga melakukannya :-|***
Sepengetahuanku, cara itu tidak efektif. Buang waktu, tenaga, dan biaya saja. Aku curiga, banyak calon pembaca yang diam-diam menyumpahi telah di-spam seperti itu.

Di lain pihak coba liat buku-buku para selebritas blog dan twitter. Ambil contoh Raditya Dika dan Arief Muhamman si poconggg. Mereka sudah punya banyak pengikut dan orang-orang yang secara emosi mendukung mereka. Dan apa yang terjadi ketika mereka meluncurkan buku? Bum! Terjual bagai kacang goreng.

Novel Laskar Pelangi bercerita tentang perjuangan murid-murid sekolah Muhammadyah. Aku menebak–ini mungkin saja keliru–salah satu faktor novel itu bisa laris adalah karena dukungan orang-orang Muhamadyah.

Dan Novel Ayat-ayat Cinta, dipublikasikan sebagai cerita bersambung di Republika sebelum novelnya dibukukan. Mungkin jumlah mereka yang tertarik mengikuti cerita itu sudah demikian banyaknya sehingga ketika buku itu muncul di pasar, langsung sukses.

Jadi apa pelajaran yang bisa diambil di sini?
Orang-orang di luar negeri sana berbicara tentang Author Platform. Blog dan media sosial memungkinkan penulis untuk berinteraksi dan dekat dengan pembacanya dan menarik calon pembaca. Harapannya, pembaca akan jauh lebih tertarik untuk membeli buku orang yang ia kenal.

Yah, tapi ini hanya hasil pengamatanku. Bagaimana menurut kawan sekalian. Apakah tulisan ini terlalu ‘sotoy’ alias sok tahu? Ada yang tahu resep buku-buku best seller? Atau mungkin ingin membagi pengalaman cara membuat buku yang bestseller? Silakan berbagi di sini. Aku sangat ingin mendengarnya.

Salam,

R. Mailindra
mailindra.cerbung.com