Mengasah Keterampilan Menulis Cerita Fiksi–Cerpen dan Novel

Posted by in Random, Tips Menulis Cerpen dan Novel

Latihan Menulis tak beda dari latihan KarateBelajar menulis cerita fiksi, cerpen ataupun novel, tak beda dari latihan untuk mempelajari keahlian lain. Entah mengapa hal sejelas itu sering terlewatkan.

Sering aku temui saran yang mengatakan, untuk bisa membuat cerpen ataupun novel, ya tulis saja. Kalau saran model seperti itu diberikan kepada para murid karate pastilah akan berbunyi seperti ini: “untuk menjadi kareteka ya langsung berantem saja.”

Kemarin, sambil menunggui anakku latihan karate, aku berpikir, guru karate anakku pasti akan tertawa terbahak-bahak kalau kuberi saran, “Sensei, biarin anak-anak langsung latihan komite, sparring. Ngga usah di drill seperti itu!”
Kau tahu. Sensei anakku akan tertawa karena itu saran yang tidak logis.

Untuk menjadi kareteka setiap aspeknya harus dilatih satu per satu,  Kuda-kuda harus dilatih. Demikian pula pukulan, tendangan, dan tangkisan. Lalu kombinasi berbagai jurus. Kau pasti tahu, tak ada karateka yang berhasil jika langsung disuruh komite.
Nah, untuk mengasah keterampilan menulis cerpen ataupun novel pun demikian. Harus dilatih bagian per bagiannya. Ada banyak sekali komponen keahlian menulis. Mulai dari tata bahasa, kosa kata, narasi, deskripsi, dialog, dan lain sebagainya.

Ada lagi teknik membuka cerita, mengembangkan cerita, dan menutup cerita. Belum lagi tentang penokohan.

Tentu tak semua bisa dikuasai sekaligus dalam satu waktu. Dan ada kabar baik lainnya. Kau tak harus menguasai semua hal untuk bisa menulis cerita fiksi yang baik.

Di dunia ini banyak sekali jurus beladiri. Seorang karateka tak harus menguasai semuanya untuk menjadi karateka yang andal. Menulis cerita pun demikian. Pelajari teknik yang membantu kita untuk membuat karya yang enak dibaca dan membekas di benak pembaca. Dengan berjalannya waktu, semakin banyak teknik yang akan kita kuasai, kalau kita terus belajar. Pada akhirnya karya kita pun akan menjadi lebih bagus lagi.

Bagaimana pendapat kawan sekalian? Ada yang punya saran atau bahkan pengalaman belajar menulis cerpen atau novel? Saya tertarik untuk mendengarnya.
Salam menulis,

 

R. Mailindra