Cara Membuat Cerita Menarik – Trik Membuat Suspense (Bagian 1)

Posted by in Tips Menulis Cerpen dan Novel

Cara Membuat Suspense Untuk Novel dan Cerpen Dengan Memakai Deadline

Deadline seperti bom, bisa dipakai untuk membuat Suspense dan membuat cerita menarik

Deadline seperti bom, bisa dipakai untuk membuat Suspense dan membuat cerita menarik

Gambar pinjam dari sini

Kalau kau perhatikan novel-novel bagus, yang membuatmu ingin terus membaca dan mengikuti ceritanya hingga akhir, kau akan menemukan bahwa hampir semuanya memiliki unsur suspense di dalamnya. Apa itu suspense? Penjelasan singkatnya adalah teknik atau gaya bercerita untuk menciptakan ketegangan dan ketidakpastian di benak pembaca.

Di tangan seorang ahli, suspense dapat membuat pembaca terjebak ketegangan dan tergelitik penasaran sehingga jalan satu-satunya bagi pembaca untuk menghilangkan ’emosi mengganggu itu’ adalah dengan menuntaskan cerita. Suspense adalah alat yang bisa diandalkan untuk membuat cerita menarik dan kupikir, suspense adalah salah satu perangkat yang wajib dimiliki setiap penulis.


Kau pasti tahu, tak semua orang bisa membuat puisi atau merangkai kalimat yang berbunga-bunga. Namun menurutku semua orang bisa membuat suspense. Nah, di bagian ini aku ingin berbagi tips membuat suspense dengan memanfaatkan deadline atau batas waktu. Kenapa kupilih deadline? Karena ia sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Kau pasti pernah merasakannya. Tak percaya? Coba perhatikan situasi berikut:

Besok kau akan ujian. Malam ini kau menggerutu dan panik ketika menyadari baru mempelajari satu bab pelajaran.
“Besok laporannya selesai ya!” perintah Bosmu tadi pagi. Kau melihat jam di dinding. Sudah pukul sebelas malam, namun laporanmu baru selesai setengah.
“Edan, macetnya!” pikirmu dan ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 4.55, Padahal pacarmu sudah mewanti-wanti agar kau menjemputnya pukul 5 tepat.

Lihat lebih teliti situasi di atas Persamaan mereka adalah adanya batas waktu. Deadline. Inilah yang bisa membuat keringat menetes, jantung berdebar, dan dalam siatuasi ekstrim mampu membuat dunia seperti akan kiamat. Efek seperti itulah yang bisa dicapai menggunakan suspense. (tweet this)

Masih ingat dongeng Cinderela?

Cinderela bergegas menuruni tangga istana saat menyadari jam dinding berdentang. Pangeran memanggil. Si Putri Cantik tak perduli. Satu sepatunya terlepas, ia ingin mengambilnya, tapi sudah tak ada waktu lagi. Ia terus berlari. Tengah malam sebentar lagi.

Dengan adanya batas waktu, sebuah dongeng pun bisa kau buat menegangkan.

Contoh lain bisa kau lihat di film Robin Hood – Prince Of Thieves.
Di film itu, Robin Hood harus menyelamatkan Marian sebelum Sheriff of Nottingham menikahinya. Penonton menjadi tegang dan bertanya-tanya, bisakah jagoan itu menyelamatkan sang putri TEPAT WAKTU?

Masih banyak lagi contoh penggunaan suspense dan aku yakin kau bisa melanjutkannya. Yang mungkin perlu kau tahu, suspense adalah gaya bercerita. Ia bisa dipakai dalam cerita apa saja, tidak terbatas pada genre cerita atau film suspense. Tentu saja ia sangat banyak dipakai di  film atau novel suspense, thriller, dan misteri.

Sebagai bahan eksperimen, sekaligus menutup sharing kali ini, aku akan mencoba membuat cerita suspense bermodalkan kalimat berikut:

Mau tak mau, Birminta harus menyeberangi jembatan untuk membebaskan kekasihnya yang terikat di seberang.

Itu  cuma kalimat berita biasa. Tak ada yang menegangkan di sana. Betul, tokoh kita ingin membebaskan kekasihnya sesegera mungkin (namanya juga kekasih masa dibiarkan lama terikat). Namun, kalau tidak bisa cepat, santai pun jadilah, asalkan bisa dibebaskan.
Nah, agar kalimat tersebut bisa menjadi adegan menegangkan, aku tambahkan satu efek waktu.

Mau tak mau, Birminta harus menyeberangi jembatan untuk membebaskan kekasihnya yang terikat di seberang sebelum bom yang telah diaktifkan penculik jahanam itu meledak.

Lihat kata-kata yang ditebalkan. Penambahan kata-kata itu mendesak tokoh kita untuk bergerak cepat jika ingin kekasihnya selamat. Bom yang telah diaktifkan memberikan batas waktu sehingga membuat tegang tokoh maupun pembaca.

Oke, kalau kau rasa adegan di atas masih kurang meneggangkan, kau bisa meningkatkannya dengan menambah satu efek waktu lagi.

Mau tak mau, Birminta harus menyeberangi jembatan untuk membebaskan kekasihnya yang terikat di seberang sebelum bom yang telah diaktifkan penculik jahanam itu meledak.

Angin bertiup. Udara terasa dingin. Birminta melihat jembatan kayu itu bergoyang-goyang. Ia pikir mustahil untuk menyeberang jika angin kencang bertiup. Birminta menengadah lalu mengedarkan pandangan. Ia tercekat dan badannya menggigil seperti baru saja terserang demam saat melihat ke utara. Awan gelap bergumpal-gumpal sedang melaju cepat ke arahnya. Mungkin beberapa menit lagi badai itu akan menerjangnya.

Salah satu nasehat untuk membuat suspense yang baik berbunyi seperti ini: ibarat air di dalam ketel, jika sudah mendidih dan ketel berbunyi, besarkan apinya. Besarkan api hingga ketel meledak!

Tujuan kita memasukkan suspense ke dalam cerita memang ingin meledakkan kepala pembaca, minimal membuat mereka berkeringat dan mengikuti cerita sampai adegan suspensenya selesai.

Mengikuti saran itu, maka kita tambahkan lagi satu unsur waktu ke dalam adegan eksperimen kita.Kita siksa si Birminta. Penderitaan dia akan menjadi penderitaan pembaca 😀  (*Yah, jadi penulis memang musti raja tega*).

Mau tak mau, Birminta harus menyeberangi jembatan untuk membebaskan kekasihnya yang terikat di seberang sebelum bom yang telah diaktifkan penculik jahanam itu meledak.

Angin bertiup. Udara terasa dingin. Birminta melihat jembatan kayu itu bergoyang-goyang. Ia pikir mustahil untuk menyeberang jika angin kencang bertiup. Birminta menengadah lalu  mengedarkan pandangan. Ia tercekat dan badannya terasa seperti terserang demam saat melihat ke utara. Awan gelap bergumpal-gumpal sedang melaju cepat ke arahnya. Mungkin beberapa menit lagi badai itu akan menerjangnya.

Baru saja pemuda itu akan melangkah ke jembatan mengerikan itu, ia mendengar suara gong-gongan dan teriakan di belakangnya. Birminta menelan ludah. Jantungnya berdegub kencang. Ya, Tuhan, pasukan pemberontak yang mengejarnya berhasil mengikuti sampai sejauh ini. Mereka bisa muncul sekarang juga.

Begitulah, suasana menegangkan bisa dihasilkan dengan mengotak-atik faktor waktu. (tweet this)

Faktor waktu akan membuat tokoh dalam cerita menjadi tegang dan ketegangan itu menulari pembaca.

Bagaimana, suka? Atau masih kesulitan? Atau jangan-jangan kau malah punya trik lain. Silakan tulis di kolom komentar apa pun komentarmu tentang tips ini. Dan jika kau telah memoles ceritamu dengan memanfaatkan  tips ini, aku ingin sekali melihatnya. Silakan dibagi di sini.

Salam menulis.

 

R.Mailindra

P.S :