Memanfaatkan Kesalahpahaman

Posted by in Random, Seputar Menulis

Kelucuan bisa datang dari kesalahpahaman. Jika beruntung kita bisa tertawa karena kesalahpahaman, entah tersebab salah dengar atau salah mengerti. Karena dia akrab dan sepertinya pernah dirasakan semua orang, kesalahpahaman bisa dijadikan salah satu teknik menyisipkan humor dalam cerita untuk mengocok perut pembaca atau penonton.

Saya mengamati salah satu pola menarik dari teknik ini adalah memanfaatkan kesalahpahaman tokoh atau karakter dalam cerita. Idenya sederhana saja: kalau tokoh dalam cerita bisa terkecoh, maka besar kemungkinan pemirsa pun akan mengalami hal yang sama. Dengan ‘gocekan’ yang lihai –tentu saja dengan tidak meremehkan kemampuan logika pembaca atau penonton—disusul ‘tendangan’ pada posisi dan waktu yang tepat, teknik ini bisa menggetarkan syaraf tertawa.

Berikut ini cerita yang saya ingat berhasil mengecohku:

Jin dan Aktivis

“Kuberi kau satu permintaan,” kata jin setelah ia berhasil terbebas dari lampu ajaib.

Dengan girang aktivis perdamaian yang berhasil mengeluarkan sang jin pun berseru, ”Aku mau Timur Tengah damai!”

“Hei,” protes sang jin, “ilmuku juga ada batasnya. Minta yang lain saja, yang masuk akal!”

Setelah diam sejenak, sang aktivis yang berasal dari Indonesia itu pun berkata, “Jin yang baik, tolong sadarkan anggota DPR negriku. Buat mereka tidak korupsi lagi dan berbakti untuk negrinya.”

Kali ini sang jin yang terdiam. Setelah merenung beberapa saat ia pun dengan takzim berkata,”Baiklah kalau kau memang memaksa. Bisa kau ulangi lagi permintaan pertama tadi?”

Jika ada yang punya cerita lain, silakan dibagi di sini.

Salam,

R. Mailindra